Cerita Kala Menua

/
0 Comments
Cerita Kala Menua


Waktu, sesuatu yang abstrak di pandang Indra. Setiap detiknya tak satupun bisa menduga, bisa berakhir suka atau duka.
.
Ada siklus yang tak pernah dapat di rubah keberadaannya, dimana ada masa muda, menua dan tutup usia.
.
Ketika muda, masa dimana dapat berkarya, menatap dunia, dan mencari makna akan kemana, dan berhenti dimana?
.
Habibie muda, adalah seorang rekontruksi pewasat terbang, kendaraan yang sudah merubah peradaban dunia, Jerman memakai karyanya, untuk mencengangkan dunia.
.
Soekarno muda, adalah Presiden perdana bangsa Indonesia, ketika mudanya seorang mengidap "Sindrom Overconfident" sesuatu yang mustahil bagi semua orang terpikirkan olehnya. Monumen Nasional adalah, prakasa mimpinya, menjadi icon Indonesia dimata dunia.
.
Syech Khattib Al-Minangkabawi namanya, seorang ulama bangsa yang ketika mudanya adalah orang yang di segani di mata dunia, seorang Imam Besar, Masjidil Haram Al-muqarammah, yang berdarah non Arab, putra bangsa Indonesia.
.
Begitu banyak karya pemuda, yang mencuap kepermukaan, membuat bangsa ini semakin bangga karena memiliki pemuda, yang tinggi ekspektasinya sebagai penakluk dunia.
.
Ya, kita masih muda, belum hinggapi menua, apakah kita harus berjiwa menua ketika di usia muda? Atau tinta emas peradaban akan mengukir nama kita dalam sejarah dunia, sebagai orang yang pernah menaklukan dunia.
.
Ketika semua, telah berpindah dari mudanya, waktu menua adalah teman, mimpi besar akan tutup cerita, jika muda telah berkarya, maka duduk menikmati sugguhan muda hingga menutup usia.

[Rian Rendi]


You may also like

Tidak ada komentar: