#2 [ Ketidak Sadaran Langit ]

/
0 Comments

Begitu setia Bintang dan Bulan kepada Langit, sepanjang malam tidak pernah merasa jenuh membersamai, walau malam begitu dingin, namun tak ingin mereka pergi, bahkan hujan turunpun tetap saja mereka menemani.

Namun Langit saja yang berprasangka negatif kepada mereka, Langit terlalu mudah pandangannya di perdaya oleh Awan, hingga merasa mereka tidak membersamai. Langit mengeluh dan berkata : kemanakah Bintang dan Bulan? Selalu saja mereka pergi di kala berawan padahal aku butuh mereka.
Awan berkata, mereka memang selalu begitu, ketika aku datang, mereka selalu pergi padahal aku tidak menyakitinya.

Langit tak sadar, bahwa Bintang dan Bulan selalu di dekatnya, namun Awan saja yang menutupi mereka, sayangnya Awan ikut memperdaya Langit, padahal dia tahu kalau mereka di tutupinya.
Pada hari berikutnya Awan, tidak membersamai Langit, maka terlihat Bintang dan Bulan, lalu Langitpun bertanya, kemanakah kaliau kamaren? Sungguh kemaren adalah hari yang dingin, aku butuh kehangatan kalian saat itu.

Lalu Bintang menjawab, aku di sampingmu kemaren dan Bulan juga menjawab, aku juga di sampingmu kemaren.
Lalu Langit membalas, kalian berbohong apabila kalian di sampingku tentu aku melihat kalian?
Bintang dan Bulan menjawab, sungguh pernyataan kami benar, tidak ada kebohongan.
Langit membalas lagi, kalian memang pembohong, aku menyaksikan ketidak hadiran kalian, baiklah biar aku sendiri, aku tak butuh kalian lagi.

Bintang dan Bulan, terserah wahai sahabatku Langit, walau engkau tidak merasakan kehadiran kami, dan mengira kami pergi, tidak masalah. Tapi kami akan selalu ada sepanjang malam bersamamu, walau ketika Awan datang kau tidam merasakan kehadiran kami, yang terpenting bagi kami akan selalu bersamamu.
Bersambung !


You may also like

Tidak ada komentar: