PERANG HUNAIN.

/
0 Comments

Secara matematis umat Islam unggul dalam segala hal. Baik dari segi jumlah, alat perang, dan strategi. Namun itu tidak menjadi kekuatan, malah menjadi kelemahan. Di tubuh pasukan terdapat jamaah hore ±2000 org, yg mau coba-coba uporia kemenangan perang Badar.
Sungguh kemenangan perang Badar, adalah kemenangan yang besar. Hingga akhirnya berhala yang ada di Ka'bah di bersihkan. Kalangan Suku Quraisy-pun banyak yang masuk Islam. Sehingga banyak suku-suku lainpun masuk Islam.
.
Dengan kemenangan besar ini, banyak jamaah hore yang baru masuk Islam, yang belum kena terpaan tarbiyah nabi, mereka ikut perang karena ingin mencucipi manisnya kemenangan perang Badar, maka bergabunglah pasukan perang Hunain. Sungguh bukan pasukan yang sedikit, jumlah kaum muslimin ±12.000 orang dengan perlengkapan matang.
Dengan semangat bangga diri maka berlagalah di perang Hunain. Strategi yang matang berantakan, serangan membabi buta, tidak ada arah komando taat lagi, perang dengan hawa nafsu, orientasi kemenangan, hilang Allah nya.
.
Kaum muslimin semakin tidak terarah, semua komando tidak di indahkan lagi, menyerang musuh dengan hawa nafsu. Barulah sampai titiknya, akhirnya pihak musuh mendominasi, kaum muslimin terdesak, sehingga kaum musliminpun kocar kacir lari dari musuk, yang menjadi pelopor adalah jamaah hore tadi, mereka baru sadar ternyata sudah terdesak uporia Badar mulai hilang.
.
Hingga puncaknya pasukan kaum muslimin semakin terdesak, semakin banyak yang kabur berlarian dari arena perang, yang tinggal hanya nabi dan para sahabat terbaik, sisanya sudah kabur berlarian. Dengan kondisi seperti ini, nabi menggunakan strategi baru menyadarkan orang masih dapat di sadarkan. Nabi berteriak. “bukankan aku ini nabi?” , sebagai kode bahwa perjuangan kaum muslimin karena agama Allah, bukan karena hasrat membabi buta, yang menghitung hanya dengan perlengkapan?
Lalu salah seorang sahabat melanjutkan teriakan nabi, dengan mengatakan.” wahai orang-orang yang pernah baiat di bawah pohon, dan orang-orang pernah bersama-sama belajar surat Al-Baqarah”. sebab surat Al-Baqarah adalah surat terpanjang dan surat yang paling lama para sahabat mempelajarinya, semua di ingatkan tentang pernah bersama dengan dakwah nabi, dan pernah belajar Islam bersama.
.
Maka dengan seruan ini kembalilah para sahabat melanjutkan perjuangan di medan perang Hunain, hingga akhirnya kaum muslimin menang. Semoga, teman-teman yang keluar dari jamaah ini, ingat juga akan kenangan itu, bahwa kita pernah bersama, kita pernah hujan-hujanan mengantarkan proposal, kita pernah tertidur bersama karena keletihan mengajak orang-orang untuk agenda dakwah ini, mungkin ingat juga bahwa kita pernah jaulah bersama, ketika itu ban kita bocor, atau kita pernah keliling-keliling karena kita tidak tahu lokasi acara, dan banyak lagi kenangan kita dengan jamaah ini, dan kenangan kita berjuang untuk ummat ini.
 .
@rianrendi (Aku Mencintaaimu Sahabat Karena Allah)


You may also like

Tidak ada komentar: