Jeritan Sebuah Hati

/
0 Comments

Di hari penuh berkah dan suka cita ini, si anak tetap menjerit akan sebuah keras hidup, hatinyapun tak terbendung menahan pilu.

Di saat teman-temannya bercertita tentang baju lebaran, hatinya termenung menahan pilu, kenapa tidak? Jangankan buat baju lebaran buat makan esokpun masih menerawang.

Hidup jauh dari keramaian, hanya hidup di tanah berlantaikan papan, setiap malam hanya terdengar hingar-bingar kodok dan jangkrik.

Malang betul nasib si anak, ayah dan ibu tak bersama lagi, nafkah si ayah tak di terima lagi, hanya mengharap jerih payah si ibu, yang tak seberapa yang hanya cukup untuk makan petang ini, untuk besok masih menerawang kemana di cari.

Tak peduli akan bualan teman-temannya yang bertanya akan baju lebarannya, si anak hanya berkata 'BIALAH'
Mungkin suatu saat si anak bisa cerita baju lebaran juga, tapi saat ini belum waktu bicara itu.


You may also like

Tidak ada komentar: