Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan
"Mewakili suara pendidikan di panggung internasional! Istanbul Youth Summit 2024 bukan sekadar konferensi, tapi juga wadah berbagi ide dan inspirasi untuk dunia yang lebih baik. 🎤🌍✨" #IYS2024 #GlobalEducation

Lahir dalam Keterbatasan, Berjuang Tanpa Henti

Di sebuah desa kecil bernama Bawan, Ampek Nagari, seorang anak tumbuh dengan impian yang besar, meskipun hidupnya diwarnai oleh keterbatasan ekonomi. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat bagaimana orang tuanya berjuang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hidup tidak pernah mudah, dan ketika menginjak SMP, keluarganya hampir memutuskan untuk menghentikan pendidikannya.

Namun, ia menolak menyerah. Baginya, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari kesulitan. Ia percaya bahwa masa depan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, tetapi sesuatu yang harus diperjuangkan. Dengan penuh tekad, ia tetap melanjutkan sekolah, meski harus menghadapi berbagai rintangan.

Menemukan Cahaya di Tengah Perjalanan

Di saat hidupnya terasa berat, ia menemukan cahaya di ekstrakurikuler Rohis. Di sanalah ia belajar bahwa ilmu bukan hanya tentang angka-angka di atas kertas, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan. Rohis menjadi tempat di mana ia menempa dirinya, mengasah kepemimpinan, dan menemukan tujuan yang lebih besar dalam hidup.

Semangat ini semakin membara ketika ia memasuki SMA. Tak hanya berusaha untuk menjadi siswa yang baik, ia juga ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Usahanya tak sia-sia—ia dipercaya menjadi Ketua OSIS dan sekaligus Ketua Assalam Agam, organisasi yang membina siswa dalam nilai-nilai kepemimpinan dan keislaman di Kabupaten Agam. Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi seorang pemimpin.

Perjuangan di Bangku Kuliah: Antara Mimpi dan Pengorbanan

Lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan ke UIN Imam Bonjol pada tahun 2015. Namun, perjalanan akademiknya tidaklah mudah. Ia menyadari bahwa dunia kampus bukan hanya tentang perkuliahan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa berkembang dan memberi manfaat bagi orang lain.

Di tahun 2017, ia dipercaya menjadi Ketua FKI Khairu Ummah, organisasi yang aktif dalam kegiatan keislaman di tingkat fakultas. Tak berhenti di situ, pada tahun 2018, ia terpilih sebagai Wakil Ketua KSI Ulul Albab, organisasi mahasiswa yang mewadahi diskusi dan pengembangan intelektual Islam.

Keterlibatannya dalam berbagai organisasi membuatnya lulus sedikit lebih lama dari yang seharusnya. Namun, ia tak menyesal. Baginya, ilmu bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga tentang pengalaman, perjuangan, dan pengabdian.

Menembus Panggung Dunia

Pada tahun 2020, sebuah pintu besar terbuka. Ia terpilih menjadi peserta Istanbul Youth Summit, sebuah forum internasional yang mempertemukan pemuda-pemuda inspiratif dari berbagai negara. Berada di tengah pemuda dari berbagai belahan dunia membuatnya semakin yakin bahwa ia bisa melangkah lebih jauh.

Mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri semakin membuncah. Sejak 2021 hingga 2024, ia berkali-kali mencoba mendapatkan beasiswa ke Turki. Namun, berkali-kali pula ia menemui kegagalan. Banyak orang mungkin akan menyerah, tetapi tidak dengannya. Baginya, kegagalan bukanlah tanda untuk berhenti, tetapi panggilan untuk berusaha lebih keras.

Di tengah perjuangan itu, pada Maret 2024, ia kembali ke Istanbul Youth Summit, memperluas jaringan dan wawasan internasionalnya. Ia tak hanya datang sebagai peserta, tetapi sebagai seseorang yang membawa mimpi besar yang tak akan padam.

Mengabdikan Diri Sebagai Pendidik

Sadar bahwa ilmu harus dibagikan, ia mulai mengabdikan diri sebagai guru di SMP IT Al Madaniy Lubuk Basung pada tahun 2021. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswanya. Ia ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa meraih mimpi, selama memiliki tekad yang kuat.

Pada tahun yang sama, ia juga memasuki babak baru dalam hidupnya dengan menikahi Rahma Dila Safitri, seorang pendamping yang selalu setia mendukung perjuangannya.

Tahun 2024 menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Setelah perjalanan panjang, ia akhirnya lulus PPPK dan kini mengajar di SDN 53 Siguhung Lubuk Basung. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa perjuangan dan kesabaran akan selalu membuahkan hasil.

Jiwa Petualang yang Tak Pernah Padam

Di balik semua perjuangannya, ia juga memiliki jiwa petualang yang kuat. Baginya, dunia terlalu luas untuk dilewati begitu saja. Ia ingin belajar dari berbagai tempat, merasakan pengalaman baru, dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Pada tahun 2019, ia memutuskan untuk backpacker sendirian ke Malaysia. Bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi sebuah perjalanan yang mengajarkannya banyak hal—tentang kemandirian, keberanian, dan bagaimana menghadapi dunia dengan mata terbuka.

Petualangan ini bukan yang terakhir. Ia percaya bahwa masih banyak tempat yang harus ia jelajahi, masih banyak pengalaman yang menunggunya di luar sana.

Mimpi yang Belum Usai

Meskipun telah banyak pencapaian yang ia raih, ia tahu bahwa perjalanannya belum berakhir. Ada satu impian besar yang masih ia perjuangkan: menempuh pendidikan S2 di luar negeri.

Berkali-kali gagal tidak membuatnya berhenti. Ia tahu bahwa setiap usaha yang ia lakukan bukanlah kesia-siaan, tetapi batu loncatan menuju impiannya. Baginya, kegagalan hanyalah jalan memutar menuju keberhasilan.

Ia akan terus melangkah, mengetuk pintu kesempatan, dan berjuang hingga suatu hari dunia mengakui bahwa mimpi seorang anak desa dari Bawan, Ampek Nagari, bukanlah sekadar angan-angan, tetapi sebuah kenyataan yang terwujud karena kerja keras, keyakinan, dan keteguhan hati.

Bersama Grup Internasional

"Bukan hanya ilmu yang didapat, tapi juga pertemanan lintas budaya. Dari berbagai negara, kami dipertemukan dengan satu tujuan: perubahan! 🌎🤝"

Menghafal Teks Presentasi
"Di balik setiap presentasi hebat, ada latihan dan perjuangan. Karena setiap kata yang disampaikan harus punya makna. 💡📖"

Di Gunung Uludağ, Salju Turki
"Dari ruang konferensi ke puncak salju! Setiap perjalanan punya cerita dan makna. ❄️🏔️ #UludagMountain"

"Menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri—sebuah pengalaman yang tak terlupakan. #ProudDelegate"

Di Masjid Biru, Turki
"Menghargai keindahan sejarah dan spiritualitas di Masjid Sultan Ahmed. Refleksi dari perjalanan fisik dan batin. 🕌✨ #BlueMosque #SpiritualJourney"



 
Gambar : Seorang anak sedang beribadah

A. Pendahuluan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi kita nikmat Islam dan iman. Hari ini kita akan membahas sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu shalat 5 waktu.

Shalat adalah tiang agama dan merupakan ibadah yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
"Amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka ia akan sukses dan beruntung. Jika shalatnya rusak, maka ia akan celaka dan merugi." (HR. Tirmidzi)

Maka, shalat adalah ibadah yang sangat penting dan harus kita jaga dengan baik.

B. Perintah Shalat dalam Al-Qur'an

Allah telah mewajibkan shalat kepada kita dalam banyak ayat Al-Qur'an. Salah satunya adalah dalam Surah Al-Baqarah ayat 43:

    نَصُّ ٱلآيَةِ

    وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Terjemahan:

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk." (QS. Al-Baqarah: 43)

Selain itu, dalam Surah Al-Ankabut ayat 45, Allah menjelaskan manfaat shalat:

    نَصُّ ٱلآيَةِ

    إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Terjemahan:

"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ankabut: 45)

C. Waktu-Waktu Shalat Wajib

Allah telah mewajibkan shalat 5 kali sehari dengan waktu yang sudah ditentukan. Berikut adalah waktu dan jumlah rakaatnya:

  1. Shalat Subuh – 2 rakaat (sebelum matahari terbit)
  2. Shalat Dzuhur – 4 rakaat (tengah hari)
  3. Shalat Ashar – 4 rakaat (sore hari)
  4. Shalat Maghrib – 3 rakaat (setelah matahari terbenam)
  5. Shalat Isya’ – 4 rakaat (malam hari)

Shalat lima waktu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Bahkan dalam perjalanan, kita tetap diwajibkan shalat meskipun dengan cara yang lebih ringan (shalat qashar atau jamak).

D. Manfaat dan Hikmah Shalat

Mengapa kita harus shalat? Apa manfaatnya dalam kehidupan kita?

  1. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah 🌟

    • Shalat adalah bukti bahwa kita taat kepada Allah dan mengikuti ajaran Islam dengan benar.
  2. Mendekatkan diri kepada Allah ❤️

    • Dengan shalat, kita bisa berbicara langsung dengan Allah dan memohon pertolongan-Nya.
  3. Menjaga hati tetap tenang ☺️

    • Shalat bisa menghilangkan stres, ketakutan, dan kegelisahan dalam hidup.
  4. Menjadi penghapus dosa 🏅

    • Rasulullah ﷺ bersabda:

      "Shalat lima waktu dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara waktu-waktu shalat tersebut." (HR. Muslim)

  5. Mencegah perbuatan buruk 🚫

    • Orang yang selalu menjaga shalatnya akan lebih terhindar dari maksiat dan keburukan.
  6. Menjadi syafaat di akhirat 🌿

    • Shalat yang kita jaga akan menjadi penyelamat kita di hari kiamat.

E. Bagaimana Cara Agar Tidak Malas Shalat?

Sering merasa malas atau lupa shalat? Yuk, lakukan hal ini agar tetap semangat:

  1. Ingat bahwa Allah selalu melihat kita.
  2. Shalatlah berjamaah di masjid atau bersama keluarga.
  3. Gunakan alarm atau pengingat di HP.
  4. Tidur lebih awal agar bisa bangun Subuh.
  5. Biasakan shalat sejak kecil, agar menjadi kebiasaan baik.

F. Kisah Inspiratif: Sahabat Nabi yang Tidak Pernah Meninggalkan Shalat

Ada seorang sahabat Nabi yang sangat menjaga shalatnya, yaitu Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Sejak kecil, Abdullah selalu shalat tepat waktu dan tidak pernah meninggalkannya. Bahkan ketika beliau dalam perjalanan atau sedang sakit, beliau tetap shalat tepat waktu. Rasulullah ﷺ memuji Abdullah bin Umar karena keteguhannya dalam menjaga shalat.

Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa jika kita membiasakan diri untuk shalat sejak kecil, maka kita akan mudah melakukannya hingga tua.

G. Penutup dan Doa

Shalat adalah ibadah yang paling utama dalam Islam. Dengan shalat, kita bisa menjadi orang yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Allah.

Mari kita berdoa agar selalu diberi kekuatan untuk istiqomah dalam shalat:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ المُقِيمِينَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Allah, jadikanlah aku dan anak-anakku orang-orang yang selalu mendirikan shalat. Ya Rabb kami, terimalah doa kami." (QS. Ibrahim: 40)

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Definisi cerdas bagi kebanyakan orang adalah yg pintar ilmu sains, atau yg hebat dg teknologi. Apakah itu benar? secara umum bisa di terima.

.
Namun, ada definisi cerdas hakiki yaitu org-org yg banyak mengingat kematian, karna dg mengingat kematian kita selalu memperbaiki diri, dan meng-upgrade ibadah.
.
Bicara kematian itu layaknya spt misteri? di saat susah mencari harta sampai yg jatuh sakit karnanya, lalu tetiba meninggal, bagaimna dg harta yg banyak td?
.
Tentunya dia tdk akan membawanya ke dalam kubur, dan harta itu juga tdk bisa di niagakan surganya Allah, jika tdk di pernah bersedekahkan atau di investasikan thd kebaikan.
.
Bahkan harta itu akan jadi bomerang bagi keluarganya, jika dahulu mereka tdk didik tentang kebaikan, islam tdk pernah melarang mengumpulkan harta, tp bersikap ariflah dlm hidup.
.
Berusaha, tp jgn lupakan ibadah sebagai bekal kita menuju kehidupan yg abadi, karna cerdas sesungguhnya org salalu bersiap dan mengingat kematian.
.
Maka bersepi-sepilah di sepertiga malammu, di saat org-org tidur pulas, kamu menyebut nama Tuhanmu, mintalah belas kasih-Nya, dan tenang relung jiwamu.

#nevergiveup #keepistiqomah #ayolebikbaik


O2 itu segar berbeda dengan CO2 yang membuat pengab, lihat saja kota besar itu banyak kendaraan gitu, produktor polusi alias CO2.

Ingin saja rasanya ketempat yang rindang, yang banyak pohon produktor O2 yang segar, ya tentu kita butuh itu sudah pengab dengan CO2.

Pasti seru ya jadi merpati, bisa terbang tinggi, dan pergi kegunung bertengger di dahan, sambil menghirup O2 sepuas-puasnya.
Pasti seru juga bisa balapan dengan pesawat, aneh sih masa' balapan dengan pesawat, tapi tidak apa-apa coba sesautu yang baru.

[ Teken Picture : Tugu Merpati, Pantai Padang, Sumbar ]
Apakah itu FKI KU ?
Apakah yang dimaksud dengan Badan Semi Otonom Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah?

Jawaban

FKI-KU adalah singkatan dari Forum Kajian Islam Khairu Ummah.

FKI KU adalah organisasi dakwah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang berdiri pada tanggal 24 Juni 2000, didirikannya forum ini merupakan inisiatif dari beberapa orang Aktivis Dakwah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Sebagai Fakultas yang mencetak para pendidik dan juga sebagai konsekuensi logis dalam agama, kita dianjurkan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, melengkapi keadaan yang berkembang dalam lingkungan kampus yang mulai krisis dengan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, akhlak mahasiswa yang mulai luntur budaya sopan santun, saling senyum, salam dan sapa, masalah-masalah pendidikan yang perlu didiskusikan, maka perlu adanya forum yang mengkaji dan memperdalam tentang pengetahuan Islam dan mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi untuk disikapi sesuai dengan tuntutan syariat agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga sebagai pendidk, jika sudah dibekali dengan nilai-nilai keislaman tentu akan menjadi pendidik yang berhasil nantinya.

Berdasarkan itu berdirilah Forum Kajian Islam Khairu Ummah (FKI-KU) yang merupakan organisasi dakwah yang berorientasi mengkaji Islam secara universal, mendiskusikan isu-isu pendidikan terkini dan sebagai wahana pengembangan diri bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Badan semi Otonom atau yang disingkat BSO merupakan organisasi yang memiliki otonomi mengatur kegiatannya sendiri namun tetap berkoordinasi dengan Senat. Sebelumnya FKI KU merupakan BSO dari BEM Fakultas Tarbiyah. Berhubung perubahan nama Lembaga Mahasiswa dari BEMF ke SMF ( Senat Mahasiswa Fakultas) maka FKI KU menjadi BSO dari SMF Tarbiyah. Sebelumnya SMF Tarbiyah memiliki 2 BSO yaitu FKI KU dan Jurnal Cerdas yang ketika itu didirikan oleh Alizar Tanjung . Tapi, FKI KU lebih dahulu berdiri dari Jurnal Cerdas. Karena tidak adanya Kaderisasi yang berkelanjutan, maka BSO Jurnal Cerdas berhenti di tengah jalan.

Kemudian berdiri lagi BSO IPMI sekitar tahun 2013 yang bergerak mengembangkan minat mahasiswa di bidang wirausaha. BSO ini masih ada sampai sekarang. Jadi, FKI KU di Fakultas Us merupakan salah satu BSO SMF Tarbiyah yang masih eksis sampai hari ini sejar 14 tahun silam.

Apakah hanya SMF Tarbiyah ada BSO?

Jawabannya TIDAK. Di SMF Syari'ah juga ada BSO KSEI, SBC ( Syari'ah Banking C )

(By Fanpage FKI-KU)

rianrendi.blogspot.com adalah subuah website yang di gagas oleh Rian Rendi yaitu seorang Aktivis Dakwah Sekolah (ADS) ASSALAM SUMBAR, website ini bertujuan sebagai sarana aktualisasi, dalam website ini akan di suguhkan berbagai postingan mengenai Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) ataupun Lembaga Dakwah Kampus (LDK).

Penulis adalah seorang Mahasiswa aktif dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan atau kemasyarakat, dan salah satu organisasi yang tengah di jalani penulis adalah ASSALAM SUMBAR, yaitu oraganisasi yang begerak dibidang kerohanian yang targetnya adalah pelajar Islam.

Dalam organisasi ASSALAM SUMBAR, penulis di tempatkan di Devisi Kaderisasi, selain di ASSALAM SUMBAR penulis juga aktif di organisasi kemahasiswaan yaitu Forum Kajian Islam Khiru Ummah (FKI-KU) IAIN IB Padang, yang di amanahkan sebagai Sekretaris Umum.

Dan penulis berasal dari Bawan, IV Nagari Kab. Agam, satu kampung dengan tokoh-tokoh besar negeri ini seperti Buya Hamka, Moh. Hatta dan Agus Salim sama-sama dari Kab. Agam, semoga saja bisa mengikuti rekam jejak mereka, Aamiin.

(Rian Rendi)